Seperti yang udah gue ceritain di post gue yang sebelumnya, ke
Malaysia ini memang adalah salah satu dari bagian mimpi besar gue.
Dan
banyak banget hal yang bener-bener gue renungin dari kisah ini. Dimulai
dari bagaimana gue harus merubah perspective gue bahwa ke luar negeri
itu, bukan cuma tentang jalan-jalan, bukan cuma sekedar menikmati
ciptaan Allah Swt. Karena ketika kita mikir kaya gitu, yang ada malah
cuma berpikiran "ngapain sih ke luar negeri? Negara gue aja udah indah
banget, melebihi negara orang. 😕"
Tapi, ke
luar negeri itu adalah tentang bagaimana kita mempelajari sistem disana,
bagaimana kita mengambil hikmah dalam suatu perjalanan, tentang
pengalaman apa aja yang bisa kita ambil, tentang banyaknya bertemu dan
berinteraksi dengan orang-orang baru dengan kelakuan, kepribadian,
bahkan kepercayaan yang berbeda-beda.
Seperti
waktu di Malaysia kemarin, untuk pertama kalinya, gue ngeliat orang
sholat tanpa kaos kaki, dengan rok ngatung. Ada juga yang sholat pakai
celana jeans tanpa mukena. Menurut gue itu aneh banget sih. Tapi,
untungnya gue udah pernah dikasih tau sama kak Sittah, tentang itu. Ada
loh mazhab yang nggak mewajibkan pakai kaos kaki. Tapi kak Sittah pun
belum pernah liat itu secara langsung. Dan kemarin gue bener-bener liat
secara langsung! 😂😆
Malaysia tuh menurut gue
negaranya tertib, teratur, dan termasuk bersih juga sih. Contohnya kaya
di setiap eskalator yang gue naikin, itu selalu ada tulisan yang
intinya, "kalau kita buru-buru pakai jalur kanan. Sementara kalau kita
nggak buru-buru dan hanya berdiri aja nunggu eskalatornya sampai ujung,
silahkan berdiri di sebelah kiri."
Terus di
Malaysia juga banyak banget orang tuna netra, tapi di sana mereka
mandiri banget. Nggak ada yang dituntun. Mereka hanya pakai tongkat aja.
Thats it. Ternyata, di Malaysia itu ada jalur khusus orang tuna netra.
Jalurnya warna kuning dan ada texturenya. Bahkan ketika nyebrang pun
mereka sendiri. Nggak ada yang bantuin, itu karna sistem penyebrangan
kaya lampu merah untuk nyebrang dan kendaraannya tuh emang berfungsi
banget. Juga karna orang-orang Malaysia tuh mendahulukan banget
penyebrang dan pejalan kaki sih. Beda banget sama Indonesia yang pada
gamau ngalah 😂😂
Di Malaysia juga gue jarang
bgt liat orang melayu aslinya masa 😂 kebanyakan disana tuh ngeliat
orang India dan China. Karna gue nginep disekitaran india town.
Nah,
waktu itu gue lagi dalam masa cuma jalan berdua sama kak Upi aja. Dan
lucuw deh, 1 kereta isinya orang dari ras yang berbeda-beda. Ada China,
India, jepang, Indonesia, Thailand, dan lain-lain. Lucu sih menurut gue,
karna itu campur-campur gitu dalam satu kereta 😂
Wah
pokoknya banyak banget deh pelajaran yang bisa gue ambil dari trip ke
Malaysia kemarin! Cerita detail di Malaysianya masih akan gue bagi ke
beberapa part yaa, see you! 😊😚

Komentar
Posting Komentar