Langsung ke konten utama

Do'a, bring you to achieve your dream

Dari dulu, cita-cita gue itu gue pengen jadi penulis.
Karena suka baca novel dan suka aja merangkai cerita. Makanya udah punya blog ini dari kelas 1 SMK.

Tapi pas tes minat bakat waktu SMP, hasilnya sebagai director/produser film. Nah berhubung anaknya tuh patuh banget dan percaya banget sama hasil-hasil gituan, jadilah waktu SMK ngambil jurusan Multimedia, dan alhamdulillah masuk wkwk.

Dapetlah pelajaran bikin film pendek, bikin video clip, dll lah, dan as always gue jadi scriptwriter wkwk. Terus gue emang anaknya dasarnya gak sabaran ya, jadi tiap shooting tuh gue ikut, dan kadang suka gregetan gitu pengen ngedirect karena gue yang tau gambaran ceritanya kaya apa wkwkwk. Padahal harusnya udah kerjaan sutradara kan, tapi karena gue suka gemes jadi gue turun langsung, dan suka ngomelin sutradara haha. *monmaap yang pernah jadi sutradara setim sama gue wkwk.

Sampai saat itu gue masih gak sadar kalo ternyata jenis tulisan itu ada banyak, gak cuma dengan lu bilang lu mau nulis, dan taraaa semua tentang tulis-tulisan lu pasti bisa. Kaga lahh.

Kaya gue, setelah gue merenungkan lagi, ternyata gue tuh bisanya dan sukanya cuma di tulisan-tulisan fiksi, yang ada alur ceritanya. Bahkan untuk baca dan nonton sesuatu yang gak punya alur cerita, gue gabisa. Gak selesai-selesai.

Nah sampe akhirnya gue lulus, 2 minggu kemudian gue langsung kerja, di salah satu website.
Disitu gue sebagai picture researcher, sempat menyumbang satu tulisan artikel juga untuk dipublish.

Setelah 7 bulan sebagai picture researcher, gue pindah divisi sebagai Social Media.
Upload, nulis caption, pikirin feeds, bikin kuis, pikirin konsep konten yang mau diangkat, dll deh.

Setelah itu, gue pindah divisi lagi dong, nama divisinya creative production. yang produksi foto dan video, buat brand tersebut, favorit gue sih gue mikirin konsep mau bikin video dan foto kaya apa, terus setting sendiri, siapin wardrobe sendiri, dan yang serunya lagi, gue ngedirect pas lagi shooting, dan kadang bahkan gue bikin script juga. ya ampuunn gimana gak happy, cita2 gue dari dulu ternyata Allah sedang menyampaikan gue pada itu, dan alhamdulillahnya menurut gue, gue belum berjuang sampe keras banget gitu sih, gue cuma doa, dan sabar aja ikutin alurnya hidup gue dibawa ke mana.

Jadi emang waktu awal gue memilih kerja nggak kuliah, gue sempet diambang kegalauan, mau kerja atau kuliah, akhirnya gue istikharah, dan langsung dikasih jawaban juga lewat mimpi sama Allah.

Dan sepanjang pencarian kerja selama 2 minggu itu gue selalu doa, "Ya Allah, Muti udah ngikutin apa yang Allah kasih jawabannya, Muti percaya sama Allah, tolong pertemukan Muti dengan pekerjaan yang sesuai dengan passion Muti, dengan minat bakat Muti, dengan cita-cita Muti. Muti mau kerja di video-video an ya Allah.." pokoknya selalu doa kaya gitu, sampe akhirnya keterima kerja, dan saat itu posisinya "yaudah kerja apa aja, yang penting kerja." gitu sih.

Nah setelah kerja itu ya, gue udah gak pernah lagi tuh minta kaya gitu, gue udah jalanin aja, toh gue juga udah happy sama lingkungan dan kerjaannya, yaudah disyukuri aja..

Tapi dari dulu setiap ditanya, "Muti nyamannya dimana? mau jadi anak socmed, atau anak media?" Karena gue emang udah sering bantuin anak media gitu, makanya gue ditanya, dan gue selalu jawab "Anak Media kak. Kadang aku bosen depan laptop aja." Tapi ya setelah ditanya tetep gaada perubahan sih, gue tetep anak socmed hahaha.



Nah, tapi ya menurut gue, Allah selalu tau gitu kita maunya apa, hati kita maunya gimana, dan Allah akan tetap inget doa kita di awal gitu sih.

Gue disampaikan ke cita-cita gue, disampaikan ke doa awal gue sekitar 3tahunan, meskipun sampe 3 tahun, tapi tetep aja ujungnya gue sampe kesana. Gue belajar sabar, dan ngikutin alur, tapi ternyata Allah bimbing gue ke sana. MasyaAllah banget sih..

Percaya dan tetep libatin Allah disetiap persimpangan, insyaAllah semuanya lancar dan baik sih. MasyaAllah..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Dearest Mom♥

Selamat 22 Desember, dan selamat hari ibu!!!! Untuk cintaku, Ibu.. Bu, terimakasih telah mengandungku selama 9 bulan dengan penuh perjuangan, Terimakasih telah bertaruh nyawa untuk melahirkanku dan mengenalkanku kepada dunia, Terimakasih telah mendidikku untuk membedakan mana yang benar mana yang salah dan telah mengenalkanku kepada Allah, dan semua ciptaan-Nya Terimakasih telah membesarkanku dengan caramu yang lembut, yang penuh perhatian, yang penuh cinta dan kasih sayang Terimakasih atas segala jasa dan pengorbananmu yang tidak bisa aku hitung dan tidak bisa aku sebutkan satu persatu karna sudah begitu banyak Maafkan aku yang pernah membuatmu marah dan kesal, bu Maafkan aku kalau aku sering tidak menuruti semua omonganmu Maafkan aku yang selalu merepotkanmu Maafkan aku yang masih belum bisa membahagiakanmu Maafkan aku atas segala kesalahan yang pernah ku perbuat secara sadar maupun tidak sadar dan tidak terhitung banyaknya, bukakan pintu maafmu, agar ak...

ILM Arts festival

ILM Arts festival adalah sebuah acara yang berisi tentang ceramah, kajian, dan insight tentang Islam. Seklias, kalo gue ceritain kaya gitu kayanya biasa banget ya? Padahal enggak. Sama sekali enggak. Ini acara sumpah super duper keren banget!!! Jadi, mereka menyampaikan nya tuh dengan cara yang sangat berbeda. Melalui seni. Mereka menyampaikan dengan cara nyanyi, puisi, fashion, lukisan lampu, photography, videography, mural, calligraphy, dan berbagai macam hal berbau seni keren lainnya. Mereka tuh orang-orang yang keren banget 😍 mereka bisa menyampaikan islam, mereka bisa berdakwah dengan cara yang nggak membosankan. Dan ada satu penampilan yang ngebekas banget. Yaitu Fyyn Jamal. Dia membawakan speaking word yang bertemakan "perempuan" banget deh. Penonton yang perempuan rata-rata pada nangis ketika dia tampil. Karena dia juga membawakan nya sambil menangis. Ah :') Isinya kaya gini, "One thing for sure I am a lot free, I h...

Bukan sekedar jalan-jalan, banyak hikmah yang bisa kita ambil~

Seperti yang udah gue ceritain di post gue yang sebelumnya, ke Malaysia ini memang adalah salah satu dari bagian mimpi besar gue. Dan banyak banget hal yang bener-bener gue renungin dari kisah ini. Dimulai dari bagaimana gue harus merubah perspective gue bahwa ke luar negeri itu, bukan cuma tentang jalan-jalan, bukan cuma sekedar menikmati ciptaan Allah Swt. Karena ketika kita mikir kaya gitu, yang ada malah cuma berpikiran "ngapain sih ke luar negeri? Negara gue aja udah indah banget, melebihi negara orang. 😕" Tapi, ke luar negeri itu adalah tentang bagaimana kita mempelajari sistem disana, bagaimana kita mengambil hikmah dalam suatu perjalanan, tentang pengalaman apa aja yang bisa kita ambil, tentang banyaknya bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang baru dengan kelakuan, kepribadian, bahkan kepercayaan yang berbeda-beda. Seperti waktu di Malaysia kemarin, untuk pertama kalinya, gue ngeliat orang sholat tanpa kaos kaki, dengan rok ngatung....