Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Ku Titipkan Kamu Kepada Allah-ku :)

Ketika aku tau apa yang aku jalani adalah sebuah kesalahan dan suatu hal yang di larang oleh Allah, ketika aku tahu ini bukanlah cara yang dibenarkan oleh Allah untuk menyikapi anugrah rasa yang diberikan oleh-Nya, namun disisi lain aku tidak rela untuk mengakhiri semuanya, aku tidak rela untuk menghentikan semua komunikasi yang bersifat “continue” ini, aku tidak rela untuk mengakhiri kebahagiaan dengannya saat ini, aku tidak rela untuk mengakhiri rasa nyamanku saat ini, aku tidak rela untuk kehilangan sikap baiknya dan perhatiannya yang saat ini membuatku sangat nyaman. Intinya, aku tidak bisa untuk merelakan dan menyuruhnya pergi untuk saat ini. Bukan bukan tidak, tapi belum bisa. Ya, aku tau aku salah, aku yang kurang membentengi diriku, aku yang membiarkan dia masuk kembali ke kehidupanku padahal dia sudah bertahun-tahun menghilang, dan aku sudah bertahun-tahun pula menghilang dari hidupnya, aku sudah bertahun-tahun menghindar layaknya orang tak saling kenal ketika...

Selamat bertemu lagi, teman kecil ku..

“Dia” membuatku terkejut dengan sikapnya, bayangkan saja aku sudah tidak pernah berkomunikasi lagi dengannya setelah kurang lebih 7 tahun, ketika berpapasan pun layaknya orang tidak saling mengenal, di 2 tahun sebelum tahun ini dia hanya pernah menitip salam melalui adikku, yang aku tanggapi hanya sebagai angin lewat. Ya, aku mengingatnya, tapi hanya sebagai “teman masa kecilku” tidak lebih, tidak ada yang special. bahkan ketika aku tau dia sempat menitipkan salam melalui adikku, aku berusaha menghindar darinya sebisa mungkin. Namun sepertinya Allah memiliki rencana lain untukku dan untuknya, Allah mempertemukan kami lagi dalam sebuah organisasi dan itu membuat kami bisa saling berkomunikasi lagi, canggung memang apalagi ketika komunikasi yang di mulai dari sebuah media baru bertatap muka secara langsung. Canggung memang ketika komunikasi yang tidak pernah dilakukan lagi setelah 7 tahun lamanya, kemudian berlangsung lagi, dan di mulai dengan pembicaraan formal. Aku bahkan semp...

Cat air yang mulai luntur..

Dia datang secara tiba-tiba, Dia datang tanpa permisi, Dia datang lagi setelah sekian lama tak bersua, Dia datang membawa sejuta kejutan dan kebahagiaan, Dia datang dengan cara yang berbeda, Dia datang dengan kesan yang berbeda, Dia datang dan membuat sejuta senyum, Dia datang bagaikan cat air yang mewarnai hari-hariku, Namun lama kelamaan cat air itu memudar dan menghilang, mungkin karna aku yang tidak merawat dan menjaganya dengan baik, atau mungkin memang cat airnya yang tidak berkualitas bagus sehingga tidak sanggup bertahan lama di kanvas ku. Sejuta senyum itu sedikit demi sedikit juga berubah menjadi kegundahan, Dia yang aku pikir berbeda ternyata mungkin sama dengan yang lain, yang hanya datang dan memberi warna sesaat namun pergi dan menghilang lagi.. Mungkin ini caranya Allah untuk menjagaku agar tidak terjerumus lebih dalam di rasa yang salah ini, bukan bukan rasanya yang salah, tapi cara menyikapinya yang salah. Mungkin lagi-lagi kali ini Allah ...