Langsung ke konten utama

Ku Titipkan Kamu Kepada Allah-ku :)






Ketika aku tau apa yang aku jalani adalah sebuah kesalahan dan suatu hal yang di larang oleh Allah, ketika aku tahu ini bukanlah cara yang dibenarkan oleh Allah untuk menyikapi anugrah rasa yang diberikan oleh-Nya, namun disisi lain aku tidak rela untuk mengakhiri semuanya, aku tidak rela untuk menghentikan semua komunikasi yang bersifat “continue” ini, aku tidak rela untuk mengakhiri kebahagiaan dengannya saat ini, aku tidak rela untuk mengakhiri rasa nyamanku saat ini, aku tidak rela untuk kehilangan sikap baiknya dan perhatiannya yang saat ini membuatku sangat nyaman. Intinya, aku tidak bisa untuk merelakan dan menyuruhnya pergi untuk saat ini. Bukan bukan tidak, tapi belum bisa.

Ya, aku tau aku salah, aku yang kurang membentengi diriku, aku yang membiarkan dia masuk kembali ke kehidupanku padahal dia sudah bertahun-tahun menghilang, dan aku sudah bertahun-tahun pula menghilang dari hidupnya, aku sudah bertahun-tahun menghindar layaknya orang tak saling kenal ketika berpapasan, aku yang gampang baper, aku yang terlalu mudah nyaman, aku yang terlalu mudah luluh. Namun, akupun sama dengan wanita lainnya, yang mudah terbawa perasaan. Aku masih abg biasa yang masih labil, yang perasaannya mudah luluh dengan sikap baik seseorang. Aku belum bisa sampai pada titik wanita shalihah yang bisa menjaga hatinya, aku belum bisa, aku masih sama dengan remaja lain, aku belum bisa untuk jadi beda..

Dan ketika aku tau semua sikap yang aku ambil ini adalah sikap yang salah untuk menyikapi sebuah rasa, aku harus berani mengambil langkah untuk menjauh, aku harus berani mengambil langkah untuk merelakan semua kenyamanan itu pergi, aku harus belajar merelakan kehilangan semua perhatiannya semua sikap baiknya, aku harus merelakan diserang sakitnya merindu namun tak bisa tersampaikan, aku harus merelakan kesepian menyerang disaat sendiri, aku harus merelakan hati ini sakit untuk sesaat, aku harus mulai menyibukkan diri lagi, aku harus mulai terbiasa tak ada yang mencari lagi, aku harus mulai terbiasa untuk tidak ada yang mengingatkan lagi, aku harus mulai terbiasa tidak ada yang mengucapkan selamat pagi&selamat tidur lagi, aku harus mulai belajar mencintai dalam diam, merindu lewat do’a, aku harus belajar menjaga hati. Dan mungkin di akhir aku harus merelakan jika kelak dia bukanlah jodohku. Pada akhirnya cinta itu tentang menghalalkan atau mengikhlaskan, kamu yang sering aku ceritakan di tahun 2015-2016 ini aku tak tahu, apakah akan berakhir menghalalkanku, atau mengikhlaskanku. Allah lah Yang Maha Tau. Ku titipkan kamu kepada Allah-ku, biar Allah yang atur skenarionya, Dia-lah Yang Maha Pembolak-Balik Hati, Dia-lah pemilik semuanya. Pada akhirnya semua akan kembali kepada-Nya karena apa yang Allah kasih sekarang hanya di pinjamkan, bukan sepenuhnya milik kita.

Terimakasih atas segalanya, Maafkan semua kesalahanku. Semoga kita bisa sama-sama mengambil pelajaran dari semua yang terjadi, terimakasih sudah hadir dan memberikan beberapa percik warna di hidupku. Terimakasih sudah pernah datang-hilang-datang lagi. Semoga kelak kita bisa dipertemukan lagi di waktu yang tepat, dan perasaan yang tepat. Karena jika kita berjodoh, sejauh apapun jarak memisahkan, sejauh apapun melangkah pergi, sejauh apapun mencoba menjauh Allah akan membawamu kembali kepadaku dengan cara-Nya yang sangat indah dan tak terduga, namun jika kamu bukan jodohku, sekeras apapun kita berjuang, sekeras apapun kita mendekat kita tidak akan pernah bersatu dalam ikatan yang di ridhai-Nya :’) Semangat memperbaiki diri! Semoga Allah mengizinkan kita bertemu di waktu yang baik, saat diri ini sudah sama-sama menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Dearest Mom♥

Selamat 22 Desember, dan selamat hari ibu!!!! Untuk cintaku, Ibu.. Bu, terimakasih telah mengandungku selama 9 bulan dengan penuh perjuangan, Terimakasih telah bertaruh nyawa untuk melahirkanku dan mengenalkanku kepada dunia, Terimakasih telah mendidikku untuk membedakan mana yang benar mana yang salah dan telah mengenalkanku kepada Allah, dan semua ciptaan-Nya Terimakasih telah membesarkanku dengan caramu yang lembut, yang penuh perhatian, yang penuh cinta dan kasih sayang Terimakasih atas segala jasa dan pengorbananmu yang tidak bisa aku hitung dan tidak bisa aku sebutkan satu persatu karna sudah begitu banyak Maafkan aku yang pernah membuatmu marah dan kesal, bu Maafkan aku kalau aku sering tidak menuruti semua omonganmu Maafkan aku yang selalu merepotkanmu Maafkan aku yang masih belum bisa membahagiakanmu Maafkan aku atas segala kesalahan yang pernah ku perbuat secara sadar maupun tidak sadar dan tidak terhitung banyaknya, bukakan pintu maafmu, agar ak...

ILM Arts festival

ILM Arts festival adalah sebuah acara yang berisi tentang ceramah, kajian, dan insight tentang Islam. Seklias, kalo gue ceritain kaya gitu kayanya biasa banget ya? Padahal enggak. Sama sekali enggak. Ini acara sumpah super duper keren banget!!! Jadi, mereka menyampaikan nya tuh dengan cara yang sangat berbeda. Melalui seni. Mereka menyampaikan dengan cara nyanyi, puisi, fashion, lukisan lampu, photography, videography, mural, calligraphy, dan berbagai macam hal berbau seni keren lainnya. Mereka tuh orang-orang yang keren banget 😍 mereka bisa menyampaikan islam, mereka bisa berdakwah dengan cara yang nggak membosankan. Dan ada satu penampilan yang ngebekas banget. Yaitu Fyyn Jamal. Dia membawakan speaking word yang bertemakan "perempuan" banget deh. Penonton yang perempuan rata-rata pada nangis ketika dia tampil. Karena dia juga membawakan nya sambil menangis. Ah :') Isinya kaya gini, "One thing for sure I am a lot free, I h...

Bukan sekedar jalan-jalan, banyak hikmah yang bisa kita ambil~

Seperti yang udah gue ceritain di post gue yang sebelumnya, ke Malaysia ini memang adalah salah satu dari bagian mimpi besar gue. Dan banyak banget hal yang bener-bener gue renungin dari kisah ini. Dimulai dari bagaimana gue harus merubah perspective gue bahwa ke luar negeri itu, bukan cuma tentang jalan-jalan, bukan cuma sekedar menikmati ciptaan Allah Swt. Karena ketika kita mikir kaya gitu, yang ada malah cuma berpikiran "ngapain sih ke luar negeri? Negara gue aja udah indah banget, melebihi negara orang. 😕" Tapi, ke luar negeri itu adalah tentang bagaimana kita mempelajari sistem disana, bagaimana kita mengambil hikmah dalam suatu perjalanan, tentang pengalaman apa aja yang bisa kita ambil, tentang banyaknya bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang baru dengan kelakuan, kepribadian, bahkan kepercayaan yang berbeda-beda. Seperti waktu di Malaysia kemarin, untuk pertama kalinya, gue ngeliat orang sholat tanpa kaos kaki, dengan rok ngatung....