“Dia” membuatku terkejut dengan
sikapnya, bayangkan saja aku sudah tidak pernah berkomunikasi lagi dengannya
setelah kurang lebih 7 tahun, ketika berpapasan pun layaknya orang tidak saling
mengenal, di 2 tahun sebelum tahun ini dia hanya pernah menitip salam melalui
adikku, yang aku tanggapi hanya sebagai angin lewat. Ya, aku mengingatnya, tapi
hanya sebagai “teman masa kecilku” tidak lebih, tidak ada yang special. bahkan
ketika aku tau dia sempat menitipkan salam melalui adikku, aku berusaha
menghindar darinya sebisa mungkin. Namun sepertinya Allah memiliki rencana lain
untukku dan untuknya, Allah mempertemukan kami lagi dalam sebuah organisasi dan
itu membuat kami bisa saling berkomunikasi lagi, canggung memang apalagi ketika
komunikasi yang di mulai dari sebuah media baru bertatap muka secara langsung. Canggung
memang ketika komunikasi yang tidak pernah dilakukan lagi setelah 7 tahun
lamanya, kemudian berlangsung lagi, dan di mulai dengan pembicaraan formal. Aku
bahkan sempat dibilang jutek olehnya karena hanya membalas pesannya dengan
singkat dan tanpa emotikon sedikitpun. Anehnya ketika aku sudah menjutekinya
habis-habisan dia malah semakin berusaha untuk berkomunikasi dengan ku.
Aku pikir ketika kita telah tidak
saling berkomunikasi selama 7 tahun, ketika salam yang dia titipkan tidak
pernah aku respon, ketika 7 tahun juga sering berpapasan namun saling tak acuh
seperti tak saling kenal, dan setelah kembali berkomunikasi aku tetap menjaga
jarak, menjutekinya, bahkan tetap cuek padanya dia tidak akan melanjutkan
perasaannya-yang-mungkin-selama 7 tahun terakhir itu sempat hadir sesaat dan
hanya selewat, tapi sepertinya aku salah. Semakin aku jutek dia semakin
berusaha membuat aku melunak, sehingga lama-lama aku lunak juga. Payah memang
aku ini, mudah sekali baper dan luluh.
Hari berganti hari, komunikasi
antara aku dan dia semakin sering terjadi, percakapan yang terjadi seperti tak
memiliki ujung, terus berlanjut. ada canda, ada marah, ada kesal, ada
pertanyaan, ada jawaban, ada ledekkan, ada kata gombal, ada perhatian.
Depok,
21 Maret 2016

Komentar
Posting Komentar